Minggu, 28 Februari 2021

Wanita Cerdas Pencetak Generasi Gemilang




 “Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.” 

                                                                      R. A. Kartini.

L

ewat ungkapan di atas yang begitu puitis, Kartini seakan ingin memberitahukan pada generasi setelah dirinya bahwa, perubahan adalah hal yang pasti, karena tidak ada sesuatu yang abadi selamanya. Tidak perlu khawatir, karena habis gelap terbitlah terang dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Hal ini dapat kita lihat pada penjelasan fakta berikut ini. Dahulu, jika kita berbicara tentang wanita, selalu identik dengan kemolekan tubuhnya.
 Maka, sudah menjadi rahasia umum dalam kebudayaan kita yang endosentris bahwa tubuh wanita dijadikan ‘magnet’ dalam hal apa pun. Contohnya dalam hal iklan, banyak sekali yang menjadi modelnya adalah seorang wanita yang cantik, bertubuh langsing dan menggunakan baju seksi. Sesungguhnya, hal tersebut sudah tidak adil bagi wanita, karena secara langsung sudah mengeksploitasi tubuh wanita.

Kejadian serupa juga diceritakan oleh penulis Indonesia yang bernama Pramoedya Ananta Toer dalam novel Bumi Manusia. Novel tersebut menceritakan atau melukiskan  kuasa atas tubuh wanita lewat tokoh Nyai Ontosoroh. Dalam kisahnya, seorang wanita hanya dijadikan ‘penghangat ranjang’ oleh para konglomerat laki-laki Belanda. Wanita tidak hanya dijadikan pemuas hasrat saja. Namun, wanita juga tidak diizinkan untuk bersekolah atau memperoleh pendidikan, karena wanita harus menikah dan akan mengurus dapur. Posisi wanita harus selalu berada di bawah laki-laki dan banyak lagi ketidakadilan dan kekerasan yang diperoleh wanita ketika itu. Hal ini pulalah yang akhirnya membawa kegusaran hati Kartini, hingga ia pun memperoleh jawaban perihal ketidakadilan atas dasar persamaan nasib dengan masyarakatnya yang tertindas sebagai wanita. Kartini pun berjuang untuk memotivasi wanita agar bangkit dari diskriminasi tersebut. Mulai dari situ Kartini berjuang dan mengubah posisi wanita yang tadinya direndahkan sekarang bisa bersaing dengan kaum laki-laki, hingga ia pun disebut sebagai tokoh penggerak emansipasi wanita.

Menuju ke abad 21 banyak perubahan yang terjadi pada wanita, meskipun masih ada beberapa  orang yang berpikiran seperti nenek moyang dulu; setinggi-tingginya wanita belajar, maka ia akan di dapur juga. Namun, kondisi saat ini sudah mengalami perubahan. Sudah banyak wanita yang bersekolah dan bekerja seperti laki-laki. Contohnya, banyak wanita yang bersekolah hingga menjadi profesor, ada juga yang bekerja sebagai sopir, dan menjadi pemimpin sebuah perusahaan. Hal tersebut membuktikan bahwa, wanita sekarang sudah berubah dan tidak direndahkan lagi. Wanita adalah mahkluk yang spesial dan perlu dijaga, karena lewat wanitalah akan terlahir generasi penerus bangsa.

Penulis pun teringat ucapan Sukarno yang mengatakan: Perempuan itu tiang negeri”. Jika kita melihat konteks kalimatnya, maka seharusnya wanita sadar akan posisinya untuk mencetak peradaban bangsa yang berkemajuan. Sebagai alat yang menjalankannya adalah pendidikan. Wanita wajib memperoleh pendidikan yang baik. Maka, saat wanita itu berpijak di suatu negara atau lembaga, wanita tersebut dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa. Seorang wanita mempunyai tanggung jawab yang begitu besar. Kelak, ia akan menjadi seorang ibu dan dapat menjaga amanah (anak) dari Tuhan dengan baik. Ibulah pendidik pertama bagi anak-anaknya dan peletak pondasi dasar dalam membentuk pola pikir dan sikap sesuai dengan fitrah agama. Generasi gemilang lahir dari proses yang tidak instan. Semua itu membutuhkan seorang wanita yang cerdas. Ada pun ciri-ciri wanita cerdas, yaitu:

1.      Menanamkan Nilai-nilai

Seorang wanita kelak akan menjadi seorang ibu. Sebagai ibu, maka wajib menanamkan nilai-nilai. Baik nilai agama, sosial, budaya, dan lain-lain kepada anak agar mempunyai pola pikir serta sikap yang baik. Namun, ibu tidak hanya mengajarkan saja tapi dapat mencontohkannya dengan berpikir dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Lewat perilaku ibu inilah yang nantinya akan ditiru oleh anak. Oleh sebab itu, seorang ibu pun wajib belajar mengenai nilai-nilai yang ada terutama nilai agama agar anak memiliki pondasi yang kuat dalam menjalankan kehidupan ini kelak. 

2.      Pembelajar

Wanita wajib mendapatkan pendidikan dan berhak bersekolah setinggi-tingginya. Ilmu pengetahuan yang diperoleh semasa belajar akan bermanfaat dan diamalkan kepada anak. Baik anak sendiri maupun anak orang lain jika kita menjadi seorang guru. Wanita yang sudah menikah dan memiliki anak jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan belajar karena ilmu pengetahuan dan teknologi setiap harinya semakin berkembang. Maka, agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman teruslah belajar. Ketika, ibu mempunyai jiwa pembelajar maka ini akan berdampak kepada anak yang nantinya akan senang belajar dengan ibunya.

3.      Mempunyai Keterampilan

Setiap manusia yang terlahir ke dunia, khususnya wanita pasti memiliki keterampilan. Asah terus keterampilan atau bakat yang dimiliki agar keterampilan ini dapat bermanfaat untuk diamalkan kepada generasi penerus bangsa. Dengan begitu kita pun dapat melihat bakat dan minat anak, sehingga sebagai ibu kita tidak memaksakan kehendak sendiri. Namun, dapat membantu menemukan bakat dan minat anak, hingga mencapai cita-cita yang diinginkan anak.

4.      Sabar dan Lemah lembut

Dalam mengajarkan anak-anak, sebagai seorang wanita harus dengan rasa sabar dan lemah lembut. Kedua sifat tersebut akan membentuk karakter anak yang baik dan lembut. Bayangkan, jika kita mengajarkan dengan keras dan tidak sabaran. Maka, anak akan menjadi pembangkang dan keras kepala.

5.      Suka Memberikan Apresiasi

Saat mendidik anak-anak kita juga perlu memberikan apresiasi. Contohnya, saat anak berhasil mengerjakan sesuatu atau memenangkan perlombaan, maka kita wajib memberikan pujian maupun hadiah. Sebaliknya, jika anak bermalas-malasan dan kalah dalam suatu perlombaan, maka kita wajib memberitahu dan memberikan kata-kata positif untuk memotivasinya. Selain itu, sering berdiskusi atau mengobrol tentang keadaan, perasaan, dan lain-lain yang dirasakan anak serta dengarkan pendapatnya jika itu baik maka izinkan untuk dilakukan. Dengan demikian, anak akan merasa dihargai dan bernilai.

Kelima kriteria wanita cerdas di atas, patut dimiliki oleh semua wanita. Wanita cerdas bukan hanya dari segi ilmu pengetahuan saja tapi dari segi sifat, sikap, dan cara menerapkan kepada anak-anak dengan tepat dan bijak. Menjadi wanita cerdas bukan hanya milik seorang ibu, tetapi milik semua wanita di mana pun berada. Wanita yang bekerja sebagai guru, dosen, dan lain-lain juga harus mempunyai kelima kriteria wanita cerdas di atas.

Dengan demikian, sungguh luar biasanya dirimu wahai wanita. Tuhan memberikan anugerah yang tidak dimiliki laki-laki yaitu menjadi seorang ibu. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ibu yang cerdas akan mencetak generasi gemilang. Semua itu sudah terbukti di dunia ini. Muncul tokoh-tokoh luar biasa, seperti Albert Einstein, Soekarno, Kak Seto, dan lain-lain adalah berkat hasil didikan seorang wanita, yaitu ibu. Maka dari itu, sumbangsih seorang wanita dalam pendidikan sangatlah besar. Wanita hebat dan cerdas tidak hanya mementingkan penampilan saja, tetapi terus berlajar dan memperbaiki diri. Satu  kalimat untukmu, wanita cerdas pencetak generasi gemilang dan melalui tanganmulah masa depan bangsa ini.




Jumat, 19 Februari 2021

MEMBANGUN GAYA HIDUP SEHAT


 

Di zaman sekarang kesehatan bagaikan barang antik yang sulit diperoleh, pasalnya banyak sekali ditemukan orang-orang yang masih muda terkena penyakit kanker dan mulai bermunculan penyakit-penyakit yang baru yang sulit ditemukan obat penawarnya.

Semua yang terjadi itu disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Contohnya, banyak masyarakat kita yang kurang peduli dengan lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, mengonsumsi makanan cepat saji (Junk Food) adalah cara tepat yang dilakukan oleh orang-orang yang sibuk kerja khususnya bagi wanita/ibu karir dan dianggap lebih praktis, munculnya makanan-makanan yang tidak layak untuk dimakan seperti makanan yang dicampur dengan bahan-bahan kimia yang jika dimakan dalam jangka panjang akan menimbulkan penyakit yang berbahaya bahkan kematian, sering sekali masyarakat kita bermalas-malasan untuk berolahraga padahal olahraga sangat penting untuk menjaga kestabilan tubuh kita, dan merokok yang menjadi gaya hidup padahal mereka sudah tahu bahwa merokok itu dapat merusak sistem kerja organ tubuh. Namun, beberapa dari masyarakat kita kurang peka (sadar) pada hal tersebut.

Untuk membangun gaya hidup sehat perlu melakukan hal-hal sederhana yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Berikut dua ranah dan langkah-langkah yang harus dilakukan setiap hari:

1.      Internal

Internal adalah bagian dalam tubuh manusia yang harus dijaga dan dirawat, sehingga makanan dan keadaan psikis pemiliknya harus stabil. Adapun caranya:

a.       Minum Air Putih

Biasakan meminum air putih minimal satu liter per harinya atau delapan gelas. Selain itu usahakan minum air putih sebelum tidur satu gelas dan kembali meminum air putih sesudah bangun dari tidur, karena tubuh kehilangan banyak oksigen saat malam hari hingga dapat meremajakan sel-sel tubuh.

b.      Makanan Sehat

Memakan makanan sehat merupakan gaya hidup sehat, tidak hanya dapat membantu diet tepat dengan manajemen berat badan, namun dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup sehat ketika usia semakin bertambah serta dapat terhindar dari penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Dengan memakan makanan yang salah maka kita dapat terkena ketiga penyakit mematikan tersebut, hal ini sesuai hasil studi dari World Health Organization (WHO) tahun 2008 menyatakan 63% kematian di dunia disebabkan oleh tiga penyakit yang dipicu oleh pola makan tidak sehat. Gantilah pola makan anda dengan memakan:

ü  Memakan sayur-sayuran yang lebih banyak.

ü  Konsumsi lebih banyak buah, tambahkan ke sereal atau salad. Makanan ini bisa menjadi pengganti makan malam.

ü  Hindarilah makanan cepat saji atau junk food.

ü  Batasi makanan dan minuman tinggi kalori, gula, garam, lemak, dan alkohol.

ü  Minumlah susu rendah lemak atau bebas lemak, seperti susu skim atau yoghurt.

ü  Mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak zaitun saat memasak untuk menurunkan resiko terkena penyakit jantung.

ü  Minimal tiga kali sehari makan makanan empat (4) sehat lima (5) sempurna.

c.       Mengatasi Stres

Setiap mahkluk hidup yang beraktivitas, bekerja, bersosialisasi pasti akan mengalami stres. Adapun cara mengatasi stres, di antaranya:

Ø  Dapatkan 8-9 jam tidur setiap malam, karena jam tersebut adalah waktu tidur yang normal dan sehat.

Ø  Selalu berpikir positif.

Ø  Luangkan waktu untuk bersantai dalam setiap harinya.

Ø  Dapat mengatur waktu antara bekerja, bermain, dan beristirahat dengan tepat.

 

2.      Eksternal

Eksternal adalah bagian luar tubuh manusia yang harus dijaga dan dirawat, sehingga keadaan fisik pemiliknya harus stabil. Adapun caranya:

a.       Teratur berolahraga, minimal tiga kali seminggu. Dengan olahraga dapat menjaga keseimbangan tubuh dan dapat menjaga tubuh tetap bugar.

b.      Meditasi yang dilakukan selama delapan minggu secara rutin, membuat orang menjadi penyayang dan merasa bahagia. Hal ini juga dapat mengurangi tekanan darah tinggi, gejala stres, dan depresi.

c.       Berjemur di bawah sinar matahari pada pukul 07.00-09.00 WIB. Sinar matahari bermanfaat untuk kulit agar membantu tubuh memproduksi vitamin D yang dapat melawan penyakit jantung, osteoporosis, kanker, dan depresi.

d.      Jika Anda adalah seorang perokok aktif maka segeralah berhenti merokok, pasalnya menurut para ilmuwan dari Cambridge University rokok memiliki dampak terbesar pada kesehatan Anda. Selain itu, jika Anda bukan perokok maka jauhilah orang yang sedang merokok dan jangan sampai menghirup asapnya, karena itupun dapat mengganggu kesehatan.

e.       Biasakan diri Anda untuk tertawa, karena tertawa setiap hari dapat memberikan dorongan hormon rasa senang sehingga terhindar dari penyakit darah tinggi, jantung, dan stres.

Itulah beberapa cara membangun gaya hidup sehat. Jika Anda menyayangi tubuh anda dan juga sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas anugrah-Nya yang luar biasa, maka dimulai dari diri sendiri. Marilah kita membangun gaya hidup sehat untuk meraih kesehatan, hingga kesehatan tidak menjadi barang antik di negeri ini.

Rabu, 17 Februari 2021

Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah untuk Memperkukuh Identitas Bangsa


 Oleh: Boby Aji Pamungkas, Bunga Pramita, dan Dessi Surya[1]

1.        Pendahuluan

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa negara Indonesia terdiri dari berbagai daerah dan suku, hal tersebut yang membedakannya dengan negara lain (identitas bangsa Indonesia). Identitas bangsa adalah sesuatu yang khas yang ada pada suatu bangsa yang membedakannya dengan bangsa lain. Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa dan sastra daerah di setiap daerahnya yang dapat mendukung untuk memperkukuh identitas bangsa Imdonesia di mata dunia. Di Indonesia terdapat sekitar 655 bahasa daerah yang menggambarkan daerahnya masing-masing.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merupakan negara yang dianugerahi Tuhan dengan kebhinekaan yang luar biasa, terutama keanekaragaman kelompok etnis dan bahasa. Keanekaragaman ini diejawantahkan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dari keanekaragaman. Keanekaragaman merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia, seyogyanya bangsa Indonesia mendukung dan membela kebhinnekaan atau keanekaragaman. Dari segi bahasa, kebhinnekaan tengah terancam oleh laju kepunahan bahasa-bahasa ibu yang sangat cepat.

Salah satu sarana untuk mengukuhkan persatuan nasional adalah dengan membuka sebanyak-banyaknya pintu apresiasi antarsuku bangsa. Sebagaimana kita ketahui dari sejarah masa lalu, di antara satu suku bangsa dengan yang lain terdapat hubungan yang saling merasa “orang lain”, bahkan tidak sedikit pula terdapat ‘tradisi’ hubungan perseteruan antara satu dan lain suku bangsa. Sebagian dari sejumlah perseteruan itu direkayasa atau dipertajam oleh pemerintahan jajahan. Tidak sedikit berkembang penilaian stereotip terhadap suatu suku bangsa tertentu, yang kebenyakan di antaranya bersifat negatif. Warisan perseteruan masa lalu itu sudah tentu harus disikapi lain ketika kita telah dengan sengaja menyatukan diri ke dalam sosok bangsa Indonesia. Mari kita berusaha saling menerima perbedaan-perbedaan budaya yang ada.

 

2.        Pembahasan

Bahasa daerah sangat diperlukan untuk membangun kehidupan bangsa yang cerdas, kompetitif, berprestasi, dan tetap berpihak pada akar budaya bangsa sendiri. Berkenaan dengan sastra, sastra daerah adalah sastra berbahasa daerah dan merupakan unsur kebudayaan daerah yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional. Sastra daerah memiliki kedudukan yang berbeda sebagai wahana ekspresi budaya dalam upaya ikut memupuk kesadaran sejarah serta semangat dan solidaritas kebangsaan. Sastra daerah sebagai salah satu bagian kebudayaan daerah berkedudukan sebagai wahana ekspresi budaya yang di dalamnya terekan antara lain pengalaman estetik, religius, atau sosial politik masyarakat etnis yang bersangkutan. Fungsi sastra daerah antara lain untuk merekam kebudayaan daerah dan menumbuhkan solidaritas kemanusiaan.  

Dalam UUD 1945 pasal 36 yang isinya di daerah-daerah yang mempunyai bahasa sendiri yang dipelihara rakyatnya dengan baik-baik (misalnya, bahasa Jawa, Sunda, Madura, dsb) bahasa-bahasa itu akan dihormati dan dipelihara juga oleh negara. Bahasa-bahasa itu pun merupakan sebagian dari kebudayaan Indonesia yang hidup.

Sebagai warga negara Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa dan sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahan kita agar kita tidak tercerabut dari akar budayanya. Sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahannya, dan sebagai putra Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa.

Selain terungkap dalam simbol bahasa dan sastra, jati diri kita tercermin pula dari kekayaan seni budaya, adat istiadat atau tradisi, tata nilai, dan juga perilaku budaya masyarakat. Terkait dengan itu, Indonesia amat kaya akan keragaman seni budaya, adat istiadat atau tradisi, dan juga tata nilai dan perilaku budaya. Sebagai unsur kekayaan budaya bangsa, seni budaya, adat istiadat atau tradisi, tata nilai, dan perilaku budaya perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai simbol yang dapat mencerminkan jati diri bangsa, baik dalam kaitannya dengan jati diri lokal maupun jati diri nasional bahkan internasional.

Satu hal lagi yang dapat menjadi simbol jati diri adalah kearifan lokal. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal yang merupakan pencerminan sikap, perilaku, dan tata nilai komunitas pendukungnya. Kearifan lokal itu dapat digali dari berbagai sumber yang hidup di masyarakat, yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi leluhurnya dalam bentuk pepatah, tembang, permainan, syair, kata bijak, dan berbagai bentuk lain. Kearifan lokal itu sarat nilai yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan masa kini yang dapat memperkuat kepribadian dan karakter masyarakat, serta sekaligus sebagai penyaring pengaruh budaya dari luar.

Sebagai simbol jati diri bangsa, bahasa Indonesia harus terus dikembangkan agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi yang modern dalam berbagai bidang kehidupan. Di samping itu, mutu penggunaannya pun harus terus ditingkatkan agar bahasa Indonesia dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif dan efisien untuk berbagai keperluan. Upaya ke arah itu kini telah memperoleh landasan hukum yang kuat, yakni dengan telah disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Undang-undang tersebut merupakan amanat dari Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan sekaligus merupakan realisasi dari tekad para pemuda Indonesia sebagaimana diikrarkan dalam Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928, yakni menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Sastra daerah, begitu kata itu dipadukan tampak jelas sebuah susunan kata yang antik dan bernilai seni. Ketika mendengar sastra derah, setiap orang akan berfikir bahwa sastra daerah merupakan jenis sastra yang ditulis dalam bahasa daerah. Hal itu tidaklah salah. Ini sejalan dengan pendapat Zaidan, dkk yang mengatakan bahwa sastra daerah adalah gendre sastra yang ditulis dalam bahasa daerah bertema universal (dalam Didipu, 2010: 1).

                                                                                                                                                                 Sastra daerah memiliki kedudukan yang sangat penting ditengah masyarakat. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan sastra daerah dapat menjadi wahana pembelajaran kita untuk memahami masyarakat dan budayanya. Disini sangat jelas terlihat bahwa sastra tidak akan pernah bisa dilepaskan dari konteks kebudayaan. Menurut Tuloli (dalam Didipu, 2010: 7) sastra daerah mempunyai kedudukan sebagai berikut:
1.  Sastra daerah adalah ciptaan masyarakat masa lampau atau mendahului penciptaan sastra Indonesia modern.

2. Sastra daerah dapat dimasukkan dalam salah satu aspek budaya Indonesia yang perlu digali untuk memperkaya budaya nasional.

3. Sastra daerah melekat pada jiwa , rohani, kepercayaan dan adat istiadat masyarakat suatu bangsa dan yang mereka pakai untuk menyampaikan nillai-nilai luhur bagi generasi muda.

4. Sastra daerah mempunyai kedudukan yang strategis dan kerangka pembangunan sumber daya manusia, yaitu untuk memperkuat kepribadiaan keindonesiaan yang bhineka tunggal ika.

    Sastra daerah lebih umum dikenal dengan sastra lisan. Hal ini dikarenakan sastra daerah merupakan jenis sastra yang kebanyakan disebarkan dari mulut ke mulut. Sejalan dengan apa yang dikatakan Endraswara bahwa sastra lisan adalah karya yang disebarka dari mulut kemulut secara turun temurun (2008: 151). Dalam daerah Bolaang Mongondow dikenal dengan istilah monutuy (bertutur).

Karya sastra legendaris asal Bugis, Sulawesi Selatan yaitu La Galigo atau Sureq Galigo, kapasitasnya sebagai kekayaan bahasa dan sastra daerah yang memperkukuh identitas nasional dalam pergaulan antarbangsa, tidak hanya Indonesia tapi juga dunia. Inilah salah satu contoh betapa tradisi dan cerita rakyat mulai terlupakan dan terpinggirkan. Sangat disayangkan apabila legenda dan karya sastra seindah itu punah begitu saja. Legenda yang seharusnya dijaga turun-temurun sebagai warisan budaya.

Walau memang kelihatannya sepele tetapi bila kita tidak mengenal budaya bangsa sendiri, lama kelamaan kita akan menjadi bangsa yang kehilangan jati diri kita. Bangsa yang bingung menghadapi zaman, yang hanya bisa ribut bila ada bangsa lain yang mengklaim budayanya. Padahal sebelumnya kita tidak pernah merawat dan melestarikan kebudayaan itu.

Bangsa yang gagap menghadapi modernisasi dan kapitalisme yang membuka pintu lebar-lebar masuknya kebudayaan asing tanpa menghormati budaya sendiri. Bangsa yang melupakan pesan-pesan moral yang disampaikan nenek moyang melalui legenda, melupakan gotong-royong, melupakan rasa tepo seliro, kerukunan antar umat beragama dan antar warga lainnya. Gedung-gedung tua saksi bisu kebesaran bangsa di masa lampau diruntuhkan untuk diganti dengan mal atau gedung perkantoran yang lebih menguntungkan dari segi ekonomi.

Banyak contoh bangsa yang tidak melupakan jati diri mereka sebagai suatu bangsa dan terbukti mereka menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang tetap menjaga tradisi leluhur mereka, walaupun juga mengikuti arus perkembangan zaman.

Tidak heran bila saat ini muncul kekerasan dimana-mana, bentrok antar kelompok masyarakat dan eforia yang tidak kunjung habis setelah era reformasi. Katanya bangsa Indonesia bangsa yang ramah-tamah, yang menjaga toleransi dan silaturahmi. Lalu kemana nilai-nilai luhur yang disampaikan turun temurun oleh nenek moyang itu? Siapa lagi yang menjaga tradisi dan budaya bangsa kalau bukan bangsa itu sendiri. Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenal Malin Kundang atau Lutung Kasaraung hanya sebagai nama tempat atau restoran.

Kembali ke I La Galigo, tanpa hingar-bingar sudah ada usaha untuk menceritakannya kembali oleh generasi muda dalam bentuk novel maupun komik. Semoga usaha mereka yang masih peduli pada budayanya ini tidak akan sia-sia. Seberapapun kecilnya akan sangat berarti untuk menjaga dan mewarisakan budaya ini kepada anak cucu kelak, generasi mendatang, yang tidak hanya larut dalam arus modernisasi tetapi juga dapat mempertahankan nilai-nilai warisan leluhur mereka.

3.        Penutup

Untuk menjaga kelestarian bahasa dan sastra daerah, bangsa Indonesia harus membuka diri dalam pergaulan antarbangsa dengan mendorong kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional berinteraksi dengan kebudayaan internasional yang positif disertai dengan peningkatan ketahanan terhadap kebudayaan nasional. Bahasa dan sastra daerah sebagai bagian dari bahasa dan sastra nasional harus mendapat perhatian dari semua pihak dengan memberikan perlakuan yang adil, penghargaan serta kesempatan seluas-luasnya agar dapat mempertahankan dan mengembangkan jati dirinya.  

Persatuan bangsa Indonesia terbentuk bukan dari keseragaman, tetapi terbentuk dari keanekaragaman. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika selalu melekat di hati setiap warga negara Indonesia, karena dengan kebhinekaan inilah bangsa Indonesia ada. Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menyangkut suku-suku, ras-ras, dan agama-agama saja, tetapi juga mencakup bahasa, karena pada hakekatnya bahasa melekat pada diri manusia. Sementara manusia itu sendiri merupakan pelaku kebudayaan.Semua masyarakat harus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas bahasa dan sastra Indonesia, sehingga dapat menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, serta menjadikan bahasa dan sastra sebagai identitas bangsa.


4.        Acuan Pustaka

Didipu, Herman. 2010. Sastra Daerah (Konsep Dasar, Penelitian, dan Pengkajiannya). Gorontalo: UNG.

Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada      University Prees.

Kompas Minggu, 8 Mei 2011.

Nasanius, Yassir. Bhinneka Tunggal Ika dan Bahasa-bahasa Ibu di Indonesia. Bandung: ITB. 2011.

Sedyawati, Edi. Keindonesiaan dalam Budaya: Kebutuhan Membangun Bangsa yang Kuat. Jakarta Selatan: Wedatama Widya Sastra. 2007.



[1] Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Minggu, 14 Februari 2021

SERIBU TANYA UNTUKNYA


                                                             Pertemuan yang tak diduga

Ku tatap wajahnya dan bergurau tawa tak ada rasa

Awal mula ucapan terima kasih lewat sms

Dapatkan jawab yang manis dan terhenti pada kata “seperti sudah berpengalaman”

Hari berganti dan ku terima pesan darinya

Seketika itu tanpa disadari keseringan bercakap memberi asa kedekatan

Seiring waktu berlalu tatap muka diiringi makan bersama dan berkaroke terjadi

Sadarku ini adalah salah dan ia pun berpaling tadah tinggalkan rasa kecewa

Berulang kali ku menerka-nerka sikapnya namun ku akhiri dengan memaafkannya

Saat tak ingat tentangnya, ia datang menyapa lewat kicauan line dan wa

Kembali dengan cerita baru, ia tak pernah berubah seperti yang dulu

Kebaikannya, kebapakannya, sopan, dll masih buatku tak enak

Seribu tanya untuknya yang tak dapat ku uraikan saat ku bersamanya

Kenapa ia datang?

Mengapa ia curhat denganku?

Mengapa ia mau begini?

Bagaimana kehidupannya?

Seperti apa sikapnya saat berada di tempat kerjanya?

Apa maunya? Apa yang ia pikirkan tentangku?

Tanya yang tak kunjung puas terpahami

Biarkan waktu menjawabnya dan mengalirkan cerita tentang hidup ini

Rasa terima kasihku untuk kebaikannya meski tak dapat terbalaskan

Semoga takdir berikan kisah akhir yang indah

Bersamamu ku harapkan kejujuran dan kebaikan

Yang tercipta tanpa pengharapan balasan

                                                                                                                             06 Desember 2016


Minggu, 07 Februari 2021

Bahagia Menurut Islam


             Kebahagiaan adalah rasa yang ingin dimiliki oleh setiap manusia. Banyak persepsi terkait kebahagiaan. Beberapa berorientasi pada duniawi, beberapa lagi berorientasi pada akhirat, tak sedikit nihil orientasi. Berikut arti kebahagiaan menurut KBBI kata bahagia diartikan dengan keadaan atau perasaan senang tentram (bebas dari segala macam yang menyusahkan, sehingga kata kebahagiaan yang mendapat awalan ke dan akhiran an diartikan dengan kesenangan dan ketentraman hidup (lahir bathin), keberuntungan, kemujuran yang bersifat lahir batin. Rasa bahagia setiap orang berbeda takarannya. Kebanyakan dari kita melihat bahagia itu dari kekayaan, kecantikan, karier cemerlang, dan lain-lain. Namun, tak selamanya hal tersebut membuat kita bahagia. Berikut cerita para pesohor yang berakhir tragis.

1.   1.   Adolf Merckle pernah menjadi orang terkaya di Jerman, tetapi Adolf bunuh diri dengan menabrakkan badannya ke kereta api.

2.   2. Mantan presiden Brazil Getulio Vargas bunuh diri dengan menembak jantungnya sendiri.

3.   3. Artis cantik fenomenal asal Amerika, Marilyn Monroe bunuh diri dengan cara meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

         Ketiga orang di atas merupakan contoh dari banyaknya orang yang melakukan bunuh diri karena alasan yang sama. Dari kisah mereka kita bisa mengerti dan lebih tahu kehidupan yang terlihat membahagiakan ternyata belum tentu mengenakkan. Hidup tak selalu berjalan mulus sesuai dengan kehendak kita. Terkadang kita harus melewati masa-masa sulit yang membuat kita kesal atau sedih. Islam mengajarkan kita untuk memiliki harapan dalam hidup. Hidup di dunia merupakan perjalanan bagi Muslim menuju jannah, tempat yang akhirnya kita akan bahagia. Namun, bukan berarti kita tidak bisa bahagia dalam menjalani kehidupan di dunia. Kebahagiaan adalah perasaan puas dalam situasi tertentu, bahkan yang buruk. Ada berkah dan alasan untuk semua situasi.

Al-Habib Geys bin Abdurrahman Assegaf menyampaikan definisi bahagia menurut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) saat mengisi kajian di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.

 "Bahagia itu bukan seberapa harta yang dimiliki, tetapi bagaimana cara kita bersyukur kepada Allaah Ta'ala atas pemberian nikmat-Nya," kata Habib Geys.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

 

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

 

"Kaya (ghina') bukanlah diukur dengan banyaknya harta atau kemewahan dunia. Namun kekayaan adalah hati yang selalu merasa cukup." (HR. Bukhari dan Muslim)

Habib Geys juga menyebutkan ciri-ciri orang yang Bahagia:

1. Cinta kepada orang-orang saleh.

2. Senang Mengingat Allah Ta'ala.

3. Zuhud terhadap dunia.

4. Ikhlas dan ridha.

5. Suka mengerjakan qiyamullail.

Kisah Lukman dalam mendidik anaknya bisa dijadikan sebagai pelajaran berharga. Berikut kisahnya diabadikan oleh Al-Qur'an.

 

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17) وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19)

 

"Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena Sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhan alah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." (QS Luqman: 17-19)

Dengan demikian, kebahagiaan bukan berasal dari perspektif orang lain, tetapi bagaimana kita menata hati dan jiwa agar senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah Ta'ala. Menjalankan perintahNya dan menjauhi segala Larangan-Nya serta tidak pernah berpaling dari Allah SWT dalam kondisi apapun.

Wallahu A'lam Bish-Showab

Sumber:

Al-Quran Surah Luqman: 17-19

https://kalam.sindonews.com/berita/1522303/69/defenisi-bahagia-menurut-rasulullah-saw?showpage=all

https://www.idntimes.com/life/inspiration/rinrin/belajar-dari-kisah-tragis-5-tokoh-dunia-c1c2/5

Perempuan Madrasah Utama Anak Bangsa

  "Pendidikan adalah hal dasar untuk mengokohkan generasi penerus bangsa. Tanpa pendidikan negeri ini akan runtuh. Pendidikan bukan sek...