Tampilkan postingan dengan label Naskah Drama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naskah Drama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2021

SI BAIK HATI YANG SUKA MENOLONG


 (Naskah Drama untuk Siswa SD) 

BABAK PERTAMA

Cahaya matahari yang hangat membawa suasana yang nyaman di rumah keluarga pak Hartono yang dikenal dengan keluarga yang harmonis, ia memiliki dua orang anak yang cerdas dan rukun. Setiap paginya pak Hartono mengantar kedua anaknya ke sekolah. Nama kedua anaknya adalah Sintia yang duduk di kelas 2 dan Budi di kelas 6. Keduanya bersekolah di “Homeschooling Kak Seto”

Srttttttttttt…. Suara rem mobil terdengar, pertanda Sintia dan Budi sudah sampai di sekolah. Budi dan Sintia pun turun dari mobil dan tak lupa ia pun bersalaman dengan ayah. Setelah itu mobil ayah pun melaju cepat untuk ke kantor, sambil tersenyum Sintia dan Budi bertemu Pak Toni satpam sekolah mereka.

Sintia dan Budi    : (sambil tersenyum menghampiri pak Toni dan bersalaman) “Selamat pagi    Bapak.”

Pak Toni               : (tersenyum dan menerima salam dari mereka) ”Pagi juga, Nak.”

Sintia                    : “Mari Bapak, kami ke kelas dulu, ya!”

Pak Toni               : “Monggo, Nak!”

 

BABAK KEDUA

Mereka berdua meninggalkan pak Toni dan bergegas masuk ke kelas masing-masing. Saat Sintia masuk ke kelas, seperti biasa ia pun menyapa semua teman-temannya.

Sintia               : (Membuka pintu kelas dan melambai-lambaikan tangan) “Selamat pagi teman-teman.” 

Rudi                 : (memegang buku modul) “Pagi juga, Sintia”.

Ana                  : (tersenyum sambil membalas lambaian tangannya Sintia) “Selamat pagi juga Sintia.”

Reno                : (sedang asyik bersama mainannya, tak ada jawabnya)

Tini                 : (menjawab sapaan Sintia dan menghampiri Reno) “Pagi juga, Sin. Eh……. Reno kamu

                            jawab sapaan Sintia!”

Sintia               : (menghampiri Tini dan Reno) “Sudah-sudah, Ni! Reno kamu seharusnya jawab sapaan

                            orang yang menyapamu, ya?”

Reno                : (marah-marah) “Kamu kenapa sih marah-marihin aku, Tin? Akukan lagi main.”

Tini                  : (Kesal) “Kamu ya selalu aja main terus, kapan sih berubahnya?”

Sintia             : “Iya sudah-sudah Tin. Sekarang kenapa kalian bertengkar, coba sekarang kalian baikkan ya! Apa harus aku memberitahukan kepada kak Dewi dulu biar kalian baikkan?” (memegang tangan Tini dan Reno)

Tini dan Reno    : (saling bertatapan dan mengucapkan maaf bersama-sama) “Maaf, ya!”

 

BABAK KETIGA

Tini dan Reno berbaikan beriringan jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.00WIB. Sintia mengajak semua teman kelasnya untuk mengikuti opening class di Aula. Di tempat tersebut Sintia dan teman-teman bertemu dengan kakak-kakak tutor yang sedang sibuk menyiapkan peralatan untuk kegiatan pagi itu.

Sintia             : (menghampiri kakak-kakak tutor, bersalaman, dan ikut membantu menyiapkan) “Selamat pagi kak Anto, kak Tiwi, kak Joe, kak Cinta, dan kak Nani.”

Semua Tutor          : (menyambut salam dan tersenyum) “Pagi adik Sintia.” 

Sintia                     : ( mendekati salah satu kakak tutor) “Kak, aku bantu ya menggelar karpetnya?”

Kak Joe                 : (logat jawanya yang kental) “Iya, dek Sintia. Boleh ini yo karpetnya!”


Setelah selesai merapikan tempat kegiatan tanpa sengaja Sintia melihat Reno yang tampak tak perduli dengan kakak tutor yang ada di depannya, ia malah sibuk dengan mobil Tamia miliknya, Sintia yang melihatnya langsung menegurnya dan menyuruhnya untuk bersalaman kepada kakak tutor. Reno pun bersalaman, tidak berapa lama  kegiatan opening class dimulai. Seperti biasanya Sintia aktif bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kakak tutor yang memimpin acara tersebut. Akhirnya opening class selesai dan semua siswa pun istirahat.

 

 BABAK KEEMPAT

Saat sedang istirahat Reno dan Beni terlibat perselisihan, keduanya saling menyalahkan, dengan kebetulan Sintia sedang berjalan dan bersenandung lagu Frozen menuju kantin sekolah.

Sintia  : (menghentikan senandungnya dan mundur ke belakang) “Reno………….kak Beni…… kenapa

            kalian kok berantem sih? Kan kata kakak tutor gak boleh kalau berkelahi! Coba sekarang kalian 

            baikkan!”

Beni    : (marah-marah) “Ini reno pelit gak boleh pinjam mainannya.”

Reno   : (menangis)

Sintia menyuruh Lia untuk memanggil kak Dewi. Kak Dewi datang lalu Sintia menjelaskan semuanya lalu kak Dewi pun meminta mereka untuk berbaikan. Mereka pun saling memaafkan. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Mereka pun semua masuk kelas masing-masing.

 

BABAK KELIMA

Saat di kelas Reno tidak membawa alat tulis, taka da satu teman pun yang mau meminjamkannya.

Kak Dewi          : (menghampiri bangku Reno) “Reno kenapa kamu tidak membawa alat tulis, nak? Reno kak Dewi tanya kenapa kamu tidak membawa alat tulis?”

Reno                      : (mata berkaca-kaca) “Aku lupa kak Dewi.”

Tini                        : (berkomentar) “lupa apa emang tidak mau belajar?”

Kak Dewi          : (memegang pundak Tini) “Tini sudah, mungkin Reno benar-benar lupa, sekarang kakak mau kalian bisa saling menyayangi dan membantu teman kalian yang mengalami kesulitan, ya!”

Semua Siswa         : (menjawab) “Iya, bu”


Proses pembelajaran di kelas pun berjalan lancar, semua murid mendengarkan penjelasan dari kakak tutor, menjawab pertanyaan yang diberikan oleh kakak tutor, mengangkat tangan saat ingin bertanya, dan izin saat akan keluar buang sampah atau ke toilet. Selain itu, Reno pun bisa mengikuti pembelajaran karena dipinjamkan alat tulis oleh Sintia. Sinar mentari amat terik dan jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Mereka pun pulang dengan diiringi berdoa bersama dan ucapan sapaan penutup pada kakak tutor sebagai awal perjalanan pulang sekolah mereka.

Perempuan Madrasah Utama Anak Bangsa

  "Pendidikan adalah hal dasar untuk mengokohkan generasi penerus bangsa. Tanpa pendidikan negeri ini akan runtuh. Pendidikan bukan sek...