Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Feature. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2022

Perempuan Madrasah Utama Anak Bangsa

 


"Pendidikan adalah hal dasar untuk mengokohkan generasi penerus bangsa. Tanpa pendidikan negeri ini akan runtuh. Pendidikan bukan sekedar mentransfer ilmu kepada peserta didik, tetapi memberikan pengalaman kepada mereka untuk cerdas akademik dan berbudi pekerti yang luhur. Perempuan yang kelak menjadi seorang ibu adalah madrasah utama bagi anak-anaknya. Oleh sebab itu, perempuan harus terus belajar agar dapat mencetak generasi penerus bangsa yang gemilang."

Dessya

Saat mendengar kata perempuan, pasti selalu identik dengan kecantikan atau kemolekan tubuh. Perempuan dilahirkan dengan keindahan. Oleh sebab itu, dia menyukai hal-hal yang indah dan sesuatu yang tampak pada dirinya adalah keindahan. Di kebudayaan kita yang endosentris menjadikan tubuh perempuan menjadi “magnet” dalam hal apapun. Iklan, marketing rokok, mobil, dan lain-lain menggunakan modelnya adalah seorang perempuan yang langsing dan berpakaian seksi. Secara langsung hal tersebut sudah tidak adil bagi perempuan, karena telah mengeksploitasi tubuh mereka.

Peristiwa serupa juga terdapat dalam novel “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer yang menceritakan atau menggambarkan kuasa atas tubuh perempuan melalui tokoh Nyai Ontosoroh. Dikisahkan seorang perempuan hanya dijadikan ‘penghangat ranjang’ oleh para konglomerat laki-laki Belanda. Selain menjadi pemuas Hasrat, ternyata perempuan dilarang untuk bersekolah, karena perempuan harus menikah dan mengurus dapur. Perempuan pun banyak mengalami ketidakadilan dan kekerasan. Kejadian dan peristiwa yang dialami perempuan ini memunculkan pahlawan perempuan seperti R. A. Kartini. Beliau pun berjuang dan memotivasi agar perempuan bangkit dari diskriminasi tersebut. Namun, kondisi saat ini sudah mengalami perubahan. Sudah banyak perempuan yang bersekolah dan bekerja seperti laki-laki. Perempuan adalah mahkluk yang spesial dan perlu dijaga, karena lewat perempuanlah akan terlahir generasi penerus bangsa. Hal ini pun seperti yang diucapkan Sukarno yang mengatakan: “Perempuan itu tiang negeri”. Jika kita melihat konteks kalimatnya, maka seharusnya perempuan  sadar akan posisinya untuk mencetak peradaban bangsa yang berkemajuan. Sebagai alat yang menjalankannya adalah pendidikan.

Guru adalah profesi yang dipilih oleh Dessi Surya. Mengapa dia memilih sebagai guru? Pertama, menurutnya perempuan wajib memperoleh pendidikan yang baik. Perempuan mempunyai tanggung jawab yang begitu besar. Kelak dirinya akan menjadi seorang ibu dan dapat menjaga amanah (anak) dari Tuhan dengan baik. Ibulah pendidik pertama bagi anak-anaknya dan peletak pondasi dasar dalam membentuk pola pikir serta perilaku sesuai dengan fitrah agama. Selama belum menjadi istri dan ibu, guru adalah bekal untuk masa depannya nanti.

Perempuan kelahiran Jakarta ini sudah mengabdikan diri di dunia pendidikan menjadi seorang guru di Lembaga les, Sekolah Kak Seto, dan menjadi relawan pendidikan selama 11 tahun. Hari Senin sampai Sabtu, yang biasa dipanggil Kak Dessi ini mengajar di Sekolah Kak Seto dan menjadi relawan pendidikan di Komunitas Berlian serta Edufic. Hari Minggunya dia gunakan untuk menulis dan berlatih alat musik tradisional angklung secara manual dari video.

Selain menjadi cita-citanya, guru adalah sesuatu pekerjaan yang mulia. Pekerjaan ini dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi orang lain. Dimana seseorang dapat menemukan minat dan bakatnya. Selain itu, dengan pengajaran dan mendidik yang tepat dapat membawa orang-orang menjalani hidupnya dengan mandiri dan membatasi diri dengan norma-norma yang sudah mereka ketahui.

Kak Dessi dikenal sebagai guru yang pembelajar dan ceria. Peserta didiknya sangat senang jika diajarkan olehnya. Selain itu, Kak Dessi pun mampu memotivasi peserta didiknya untuk percaya diri mengasah dirinya dengan mengikuti banyak perlombaan. Hal ini dilakukan agar peserta didiknya mendapatkan pengalaman terkait sesuatu yang diraih dengan usaha dan kerja kerasnya. Memotivasinya tidak hanya lewat bicara saja, tetapi Kak Dessi pun memberikan contoh dengan mengikuti perlombaan terkait pendidikan (guru). Terbukti Kak Dessi meraih Juara Harapan 1 Tingkat Nasional Media Pembelajan Inovatif di ajang Apresiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Indonesia Forum Tutor  Pendidikan Kesetaraan Nasional (DPP-FTPKN) dan Juara Harapan 1 Tingkat Nasional Lomba Media Pembelajaran Inovatif di ajang Festival Pendidikan Kesetaraan pendukung Hari Aksara Internasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Hal ini dilakukan agar dapat dicontoh oleh peserta didiknya.

Perempuan yang dikenal dengan kata-katanya yang puitis ini juga banyak mengikuti komunitas kepenulisan. Dia sudah mempunyai beberapa buku kumpulan antologi puisi, novel, artikel, dan podcast. Hal ini dilakukan agar pengalaman yang dialami dapat dibukukkan dan bermanfaat untuk orang lain. Dia juga banyak mengikuti pelatihan-pelatihan guru agar dapat memberikan pengajaran yang menyenangkan bagi peserta didiknya. Selain mengajar peserta didik yang mampu, Kak Dessi juga mendidik peserta didik yang kurang mampu. Menurutnya Pendidikan itu berhak didapatkan oleh semua orang tanpa melihat strata sosialnya, fisik, dan lain-lain.

Pendidikan adalah hal dasar untuk mengokohkan generasi penerus bangsa. Tanpa pendidikan negeri ini akan runtuh. Pendidikan bukan sekedar mentransfer ilmu kepada peserta didik, tetapi memberikan pengalaman kepada mereka untuk cerdas akademik dan berbudi pekerti yang luhur. Perempuan yang kelak menjadi seorang ibu adalah madrasah utama bagi anak-anaknya. Oleh sebab itu, perempuan harus terus belajar agar dapat mencetak generasi penerus bangsa yang gemilang.

Dessya adalah nama pena Kak Dessi di media sosial dan buku karyanya mengajak perempuan tidak hanya berfokus untuk cantik saja, tetapi asahlah diri untuk selalu belajar dan belajar. Selain kecantikan ada hal yang lebih penting yaitu kecerdasan. Kecerdasan diraih dari Pendidikan oleh sebab itu perhatikan juga ilmu yang kita miliki. Kelak kita yang belum menjadi ibu dan yang sudah menjadi ibu dapat mengajarkan kepada anak-anak kita ilmu yang tepat. Meletakkan pondasi yang kuat agar mereka menjadi penerus bangsa yang luar biasa. Perempuan kamu sudah terpilih menjadi madrasah utama bagi anak bangsa. Fokuslah untuk terus belajar dan menjadi guru yang hebat untuk generasi yang gemilang.


Perempuan Madrasah Utama Anak Bangsa

  "Pendidikan adalah hal dasar untuk mengokohkan generasi penerus bangsa. Tanpa pendidikan negeri ini akan runtuh. Pendidikan bukan sek...