Teriakan ibu tidak juga membuat Reyhan beranjak dari laptop kesayangannya. Reyhan asik chating dengan beberapa wanita incarannya. Saat Reyhan sedang senyum-senyum, Ibu memukul pundak Reyhan.
“Rey, Ibu sejak tadi memanggilmu,
kenapa tidak menjawabnya.” tanya Ibu.
“Hehehe …. maaf Ibu, Reyhan tidak
mendengarnya.” jawab Reyhan sambil menutup laptopnya dan wajahnya nampak
kemerahan.
Ibu mengingatkan, bahwa hari ini Reyhan
akan membelikan parfum Casablanca Halal Mist kesukaan Ibu dan belanja bulanan.
Reyhan tersenyum dan meledek Ibu. Ibu kembali menggoda Reyhan.
“Jangan lama-lama ya perginya. Jangan
sampai ada wanita cantik, pesanan Ibu dilupakan.” canda Ibu.
“Tidak ada wanita yang cantik dan
sebaik Ibu.” Reyhan memeluk Ibu, mengambil kertas yang berisi barang untuk
dibeli, dan berjalan menuju mobilnya.
Ibu tersenyum dan melihat Reyhan sampai bayangnya menghilang.
Reyhan sampai di pusat pembelanjaan.
Saat asyik memilih sabun mandinya, Reyhan mulai berulah. Meskipun anak penurut,
tetapi Reyhan adalah laki-laki mata keranjang yang sudah terkenal di kampusnya.
Tampangnya dan rayuannya membuat wanita cantik dan seksi tak mampu menolaknya.
Reyhan mulai mendekati wanita berambut panjang tersebut, tiba di depannya
seorang laki-laki yang ternyata suami wanita tersebut. Tak jauh dari tempat
Reyhan tampak dua wanita berkerudung pendek yang sedang tertawa dan satunya
lagi bercadar yang mencoba meredakan tawa temannya. Reyhan malu dan berakting
dan menjauh dari dua wanita tersebut.
Barang-barang yang ada di catatan sudah
terbeli, sisa satu lagi parfum kesukaan Ibu. Reyhan mencari dan melihat parfum
Casablanca Halal Mist, lalu dia mengambilnya dan saat bersamaan kedua tangan
saling memegang parfum tersebut.
“Astagfirullah, maaf.” ucap wanita
bercadar.
“Hei, kalian wanita yang tadi, ya.
Kenalin, aku Reyhan.” sambil mengulurkan tangan.
Wanita bercadar tidak menerima uluran
tangan Reyhan. Tiba-tiba, wanita berkerudung di sampingnya menjelaskan bahwa
dalam islam laki-laki yang bukan mukhirmnya dilarang bersentuhan. Keadaan
semakin canggung dan membuat seorang Reyhan tidak mampu mengeluarkan rayuannya.
Reyhan memberikan parfum yang tinggal satu itu untuk wanita bercadar, tetapi
wanita itu menolaknya dengan alasan Reyhan yang lebih dulu memegangnya. Kedua
wanita tersebut meninggalkan Reyhan. Reyhan masih terkesima, karena sikap
wanita bercadar dan aroma wangi yang dipakai mirip dengan aroma parfum Ibu.
Pertemuan dengan wanita bercadar
membuat Reyhan tak bisa melupakannya. Ada sesuatu yang mulai tumbuh. Wanita
yang berbeda dari sebelumnya. Reyhan mulai menepis rasa yang mulai tumbuh,
tetapi tak bisa. Pertemuan pun kembali hadir. Di tempat yang sama dengan wanita
yang sama. Reyhan tak bisa meluluhkan hati wanita bercadar itu. Bahkan, namanya
saja Reyhan tidak tahu.
Rasa yang dipendamnya semakin
membuncah. Perhatiannya tertuju pada wanita bercadar itu. Wanita yang dia
kencani pun satu persatu dia tinggalkan. Tiba di saat putus asanya, Reyhan
bercerita kepada Ibu. Reyhan menghampiri Ibu yang sedang menonton youtube
Teladan Cinema.
“Ibu, serius sekali menonton Teladan
Cinemanya.” Memang cerita tentang apa sih?” ucap Reyhan penasaran.
“Rey, Ibu selama pandemik ini senang
sekali melihat cerita-cerita yang ada di youtube Teladan Cinema ini, dikarenakan
ceritanya bagus dan sarat akan agama islam.” jawab Ibu menjelaskan.
Reyhan menceritakan perasaannya dan Ibu
memberikan nasihat. Reyhan mulai berubah. Reyhan yang sekarang lebih mendekati
diri kepada Allah SWT. Kebiasaan yang terdahulu sudah tak dilakukannya lagi.
Dia pun meluangkan waktu liburnya denga belajar mengaji. Selesai mengaji Rehan
membantu Ibu dan menonton film di Teladan Cinema bersama.
Saat keluar dari mobilnya Reyhan tak
sengaja melihat wanita bercadar di depannya. Ternyata wanita itu tinggal di
depan rumahnya. Wanita yang sering diceritakan Ibu. Anak dari pak Miswar yang
terkenal dengan kesolihaannya. Reyhan tersenyum dan mulai masuk ke dalam
menemui Ibu. Reyhan dengan mantapnya mengatakan kepada Ibu, bahwa dia jatuh
cintah dan tidak ingin menjadikan wanita cadar itu kekasihnya, tetapi ingin
langsung menikahinya sebagai cinta halalnya. Ibu tersenyum dan tak percaya.
Lalu, Reyhan meminta Ibu untuk mendampinginya berkunjung ke rumah bercadar itu
pada hari Minggu ini.
Hari Minggu pun tiba, Reyhan menyiapkan
bingkisan kesukaan wanita bercadar itu yang bernama Merina. Nama yang baru
diketahuinya dari Ibu. Nama yang dipuja sebagai nama paling indah di dunia.
Reyhan dan Ibu menuju rumah Merina dengan protokol kesehatan yang lengkap. Ibu
merina membukakan pintu dan mempersilakan keduanya masuk. Reyhan mengutarakan
niatnya kepada kedua orang tua Merina. Merina yang datang membawakan minum
kaget, ternyata tamu itu adalah laki-laki yang selama ini bertemu di pusat
pembelanjaan dan datang ingin menghalalkannya. Namun, keberanian Reyhan tak
dapat mengubah takdir. Merina sudah menerima pinangan Firman yang datang
seminggu lebih dulu. Raut wajah Reyhan menjadi memerah dan Nampak kekecewaan.
Kedua keluarga berbicara secara kekeluargaan dan saling menerima satu sama
lain.
Reyhan kecewa dan sedih, Ibu mencoba
menghiburnya. Kekhawatiran Ibu tak seperti kejadiannya. Meskipun kecewa Reyhan
tetap menjadi Reyhan yang sekarang. Rasa cinta pada makhluk-Nya tidak melebihi
kecintaannya pada Rob-Nya. Reyhan melakukan aktivitasnya seperti biasa, semua
yang terjadi membuatnya ikhlas dalam menerima takdir-Nya. Reyhan tak sengaja
bertemu dengan Merina saat sedang lari pagi. Merina mencoba menghindar dari
Reyhan, tetapi Reyhan memberhentikan langkahnya.
“Bolehkah saya berbicara sebentar?”
pinta Reyhan memelas.
Merina berhenti dan menoleh ke Reyhan.
Pandangnya ke bawah, tak berani memandang seseorang yang bukan muhrimnya.
“Merina,
saya tidak pernah menyesal bertemu denganmu. Lewat parfum Casablanca Halal
Mist, temu pertama kita, hingga aku tahu cinta yang halal itu. Aku berharap
kelak Allah mengirmkanku wanita solihah juga. Mungkin bukan denganmu, tetapi
aku yakin Allah sudah menyiapkannya untukku. Semoga kamu bahagia dengan
pernikahanmu dan doakan saya untuk segera menghalalkan wanita solihah juga.” ujar
Reyhan dengan mantap dan bijaksana.
“Saya
pasti akan doakan, terima kasih atas doa dan semua rasa yang, Mas Reyhan
berikan. Saya senang dengan sikap Mas Reyhan yang hari ini. Semoga doa yang
diutarakan dikabulkan oleh Allah.” balas Merina dengan kelembutan hatinya.
Merina
pun meninggalkan Reyhan yang masih saja berdiri di tempatnya. Wajahnya tak lagi
kecewa. Terlihat lega dan bahagia. Saat sampai di rumah Ibu tersenyum dari
balik pintu rumah sambil memegang sebuah foto. Foto itu diberikan Ibu kepada
Reyhan. Ibu menceritakan kepada Reyhan tentang wanita yang ada di dalam foto
itu. Takut kejadian mngkhitbah Merina terulang lagi, Reyhan pun bergegas mandi
dan bersiap-siap. Dia ingin langsung menghalakan wanita di dalam foto itu.
“Lewat
Casablanca Halal Mist aku bertemu dengan dia yang mengajariku arti cinta halal.
Darinya aku menemukan cinta sejati dan menghalalkan dia jodoh pemberian Allah.”
suara hati Reyhan sambil menyunggingkan senyuman.
