Minggu, 29 Agustus 2021

Casablanca Halal Mist Hadirkan Cinta yang Halal

 



        Teriakan ibu tidak juga membuat Reyhan beranjak dari laptop kesayangannya. Reyhan asik chating dengan beberapa wanita incarannya. Saat Reyhan sedang senyum-senyum, Ibu memukul pundak Reyhan.

“Rey, Ibu sejak tadi memanggilmu, kenapa tidak menjawabnya.” tanya Ibu.

“Hehehe …. maaf Ibu, Reyhan tidak mendengarnya.” jawab Reyhan sambil menutup laptopnya dan wajahnya nampak kemerahan.

Ibu mengingatkan, bahwa hari ini Reyhan akan membelikan parfum Casablanca Halal Mist kesukaan Ibu dan belanja bulanan. Reyhan tersenyum dan meledek Ibu. Ibu kembali menggoda Reyhan.

“Jangan lama-lama ya perginya. Jangan sampai ada wanita cantik, pesanan Ibu dilupakan.” canda Ibu.

“Tidak ada wanita yang cantik dan sebaik Ibu.” Reyhan memeluk Ibu, mengambil kertas yang berisi barang untuk dibeli, dan berjalan menuju mobilnya.  Ibu tersenyum dan melihat Reyhan sampai bayangnya menghilang.

Reyhan sampai di pusat pembelanjaan. Saat asyik memilih sabun mandinya, Reyhan mulai berulah. Meskipun anak penurut, tetapi Reyhan adalah laki-laki mata keranjang yang sudah terkenal di kampusnya. Tampangnya dan rayuannya membuat wanita cantik dan seksi tak mampu menolaknya. Reyhan mulai mendekati wanita berambut panjang tersebut, tiba di depannya seorang laki-laki yang ternyata suami wanita tersebut. Tak jauh dari tempat Reyhan tampak dua wanita berkerudung pendek yang sedang tertawa dan satunya lagi bercadar yang mencoba meredakan tawa temannya. Reyhan malu dan berakting dan menjauh dari dua wanita tersebut.

Barang-barang yang ada di catatan sudah terbeli, sisa satu lagi parfum kesukaan Ibu. Reyhan mencari dan melihat parfum Casablanca Halal Mist, lalu dia mengambilnya dan saat bersamaan kedua tangan saling memegang parfum tersebut.

“Astagfirullah, maaf.” ucap wanita bercadar.

“Hei, kalian wanita yang tadi, ya. Kenalin, aku Reyhan.” sambil mengulurkan tangan.

Wanita bercadar tidak menerima uluran tangan Reyhan. Tiba-tiba, wanita berkerudung di sampingnya menjelaskan bahwa dalam islam laki-laki yang bukan mukhirmnya dilarang bersentuhan. Keadaan semakin canggung dan membuat seorang Reyhan tidak mampu mengeluarkan rayuannya. Reyhan memberikan parfum yang tinggal satu itu untuk wanita bercadar, tetapi wanita itu menolaknya dengan alasan Reyhan yang lebih dulu memegangnya. Kedua wanita tersebut meninggalkan Reyhan. Reyhan masih terkesima, karena sikap wanita bercadar dan aroma wangi yang dipakai mirip dengan aroma parfum Ibu.

Pertemuan dengan wanita bercadar membuat Reyhan tak bisa melupakannya. Ada sesuatu yang mulai tumbuh. Wanita yang berbeda dari sebelumnya. Reyhan mulai menepis rasa yang mulai tumbuh, tetapi tak bisa. Pertemuan pun kembali hadir. Di tempat yang sama dengan wanita yang sama. Reyhan tak bisa meluluhkan hati wanita bercadar itu. Bahkan, namanya saja Reyhan tidak tahu.

Rasa yang dipendamnya semakin membuncah. Perhatiannya tertuju pada wanita bercadar itu. Wanita yang dia kencani pun satu persatu dia tinggalkan. Tiba di saat putus asanya, Reyhan bercerita kepada Ibu. Reyhan menghampiri Ibu yang sedang menonton youtube Teladan Cinema.

“Ibu, serius sekali menonton Teladan Cinemanya.” Memang cerita tentang apa sih?” ucap Reyhan penasaran.

“Rey, Ibu selama pandemik ini senang sekali melihat cerita-cerita yang ada di youtube Teladan Cinema ini, dikarenakan ceritanya bagus dan sarat akan agama islam.” jawab Ibu menjelaskan.

Reyhan menceritakan perasaannya dan Ibu memberikan nasihat. Reyhan mulai berubah. Reyhan yang sekarang lebih mendekati diri kepada Allah SWT. Kebiasaan yang terdahulu sudah tak dilakukannya lagi. Dia pun meluangkan waktu liburnya denga belajar mengaji. Selesai mengaji Rehan membantu Ibu dan menonton film di Teladan Cinema bersama.

Saat keluar dari mobilnya Reyhan tak sengaja melihat wanita bercadar di depannya. Ternyata wanita itu tinggal di depan rumahnya. Wanita yang sering diceritakan Ibu. Anak dari pak Miswar yang terkenal dengan kesolihaannya. Reyhan tersenyum dan mulai masuk ke dalam menemui Ibu. Reyhan dengan mantapnya mengatakan kepada Ibu, bahwa dia jatuh cintah dan tidak ingin menjadikan wanita cadar itu kekasihnya, tetapi ingin langsung menikahinya sebagai cinta halalnya. Ibu tersenyum dan tak percaya. Lalu, Reyhan meminta Ibu untuk mendampinginya berkunjung ke rumah bercadar itu pada hari Minggu ini.

Hari Minggu pun tiba, Reyhan menyiapkan bingkisan kesukaan wanita bercadar itu yang bernama Merina. Nama yang baru diketahuinya dari Ibu. Nama yang dipuja sebagai nama paling indah di dunia. Reyhan dan Ibu menuju rumah Merina dengan protokol kesehatan yang lengkap. Ibu merina membukakan pintu dan mempersilakan keduanya masuk. Reyhan mengutarakan niatnya kepada kedua orang tua Merina. Merina yang datang membawakan minum kaget, ternyata tamu itu adalah laki-laki yang selama ini bertemu di pusat pembelanjaan dan datang ingin menghalalkannya. Namun, keberanian Reyhan tak dapat mengubah takdir. Merina sudah menerima pinangan Firman yang datang seminggu lebih dulu. Raut wajah Reyhan menjadi memerah dan Nampak kekecewaan. Kedua keluarga berbicara secara kekeluargaan dan saling menerima satu sama lain.

Reyhan kecewa dan sedih, Ibu mencoba menghiburnya. Kekhawatiran Ibu tak seperti kejadiannya. Meskipun kecewa Reyhan tetap menjadi Reyhan yang sekarang. Rasa cinta pada makhluk-Nya tidak melebihi kecintaannya pada Rob-Nya. Reyhan melakukan aktivitasnya seperti biasa, semua yang terjadi membuatnya ikhlas dalam menerima takdir-Nya. Reyhan tak sengaja bertemu dengan Merina saat sedang lari pagi. Merina mencoba menghindar dari Reyhan, tetapi Reyhan memberhentikan langkahnya.

“Bolehkah saya berbicara sebentar?” pinta Reyhan memelas.

Merina berhenti dan menoleh ke Reyhan. Pandangnya ke bawah, tak berani memandang seseorang yang bukan muhrimnya.

          “Merina, saya tidak pernah menyesal bertemu denganmu. Lewat parfum Casablanca Halal Mist, temu pertama kita, hingga aku tahu cinta yang halal itu. Aku berharap kelak Allah mengirmkanku wanita solihah juga. Mungkin bukan denganmu, tetapi aku yakin Allah sudah menyiapkannya untukku. Semoga kamu bahagia dengan pernikahanmu dan doakan saya untuk segera menghalalkan wanita solihah juga.” ujar Reyhan dengan mantap dan bijaksana.

          “Saya pasti akan doakan, terima kasih atas doa dan semua rasa yang, Mas Reyhan berikan. Saya senang dengan sikap Mas Reyhan yang hari ini. Semoga doa yang diutarakan dikabulkan oleh Allah.” balas Merina dengan kelembutan hatinya.

          Merina pun meninggalkan Reyhan yang masih saja berdiri di tempatnya. Wajahnya tak lagi kecewa. Terlihat lega dan bahagia. Saat sampai di rumah Ibu tersenyum dari balik pintu rumah sambil memegang sebuah foto. Foto itu diberikan Ibu kepada Reyhan. Ibu menceritakan kepada Reyhan tentang wanita yang ada di dalam foto itu. Takut kejadian mngkhitbah Merina terulang lagi, Reyhan pun bergegas mandi dan bersiap-siap. Dia ingin langsung menghalakan wanita di dalam foto itu.

          “Lewat Casablanca Halal Mist aku bertemu dengan dia yang mengajariku arti cinta halal. Darinya aku menemukan cinta sejati dan menghalalkan dia jodoh pemberian Allah.” suara hati Reyhan sambil menyunggingkan senyuman.

Perempuan Madrasah Utama Anak Bangsa

  "Pendidikan adalah hal dasar untuk mengokohkan generasi penerus bangsa. Tanpa pendidikan negeri ini akan runtuh. Pendidikan bukan sek...