BABAK
PERTAMA
Cahaya
matahari yang hangat membawa suasana yang nyaman di rumah keluarga pak Hartono
yang dikenal dengan keluarga yang harmonis, ia memiliki dua orang anak yang
cerdas dan rukun. Setiap paginya pak Hartono mengantar kedua anaknya ke
sekolah. Nama kedua anaknya adalah Sintia yang duduk di kelas 2 dan Budi di
kelas 6. Keduanya bersekolah di “Homeschooling
Kak Seto”
Srttttttttttt….
Suara rem mobil terdengar, pertanda Sintia dan Budi sudah sampai di sekolah.
Budi dan Sintia pun turun dari mobil dan tak lupa ia pun bersalaman dengan
ayah. Setelah itu mobil ayah pun melaju cepat untuk ke kantor, sambil tersenyum
Sintia dan Budi bertemu Pak Toni satpam sekolah mereka.
Sintia
dan Budi : (sambil tersenyum
menghampiri pak Toni dan bersalaman) “Selamat pagi Bapak.”
Pak
Toni : (tersenyum dan
menerima salam dari mereka) ”Pagi juga, Nak.”
Sintia : “Mari Bapak, kami ke
kelas dulu, ya!”
Pak
Toni : “Monggo, Nak!”
BABAK KEDUA
Mereka
berdua meninggalkan pak Toni dan bergegas masuk ke kelas masing-masing. Saat
Sintia masuk ke kelas, seperti biasa ia pun menyapa semua teman-temannya.
Sintia : (Membuka pintu kelas dan melambai-lambaikan
tangan) “Selamat pagi teman-teman.”
Rudi :
(memegang buku modul) “Pagi juga, Sintia”.
Ana :
(tersenyum sambil membalas lambaian tangannya Sintia) “Selamat pagi juga Sintia.”
Reno :
(sedang asyik bersama mainannya, tak ada jawabnya)
Tini : (menjawab sapaan Sintia dan menghampiri Reno) “Pagi juga, Sin. Eh……. Reno kamu
jawab sapaan Sintia!”
Sintia : (menghampiri Tini dan Reno) “Sudah-sudah, Ni! Reno kamu seharusnya jawab sapaan
orang yang menyapamu, ya?”
Reno :
(marah-marah) “Kamu kenapa sih marah-marihin aku, Tin? Akukan lagi main.”
Tini : (Kesal) “Kamu ya selalu aja main terus, kapan sih berubahnya?”
Sintia : “Iya sudah-sudah Tin. Sekarang kenapa kalian bertengkar, coba sekarang kalian baikkan ya! Apa harus aku memberitahukan kepada kak Dewi dulu biar kalian baikkan?” (memegang tangan Tini dan Reno)
Tini dan Reno : (saling bertatapan dan mengucapkan maaf bersama-sama) “Maaf,
ya!”
BABAK
KETIGA
Tini
dan Reno berbaikan beriringan jarum jam sudah
menunjukkan pukul 09.00WIB. Sintia mengajak semua teman kelasnya untuk mengikuti
opening class di Aula. Di tempat
tersebut Sintia dan teman-teman bertemu dengan kakak-kakak tutor yang sedang
sibuk menyiapkan peralatan untuk kegiatan pagi itu.
Sintia : (menghampiri kakak-kakak tutor, bersalaman,
dan ikut membantu menyiapkan) “Selamat pagi kak Anto, kak Tiwi, kak Joe, kak
Cinta, dan kak Nani.”
Semua Tutor : (menyambut salam dan tersenyum) “Pagi adik Sintia.”
Sintia : ( mendekati salah satu kakak tutor) “Kak, aku
bantu ya menggelar karpetnya?”
Kak Joe : (logat jawanya yang kental) “Iya, dek
Sintia. Boleh ini yo karpetnya!”
Setelah
selesai merapikan tempat kegiatan tanpa sengaja Sintia melihat Reno yang tampak
tak perduli dengan kakak tutor yang ada di depannya, ia malah sibuk dengan
mobil Tamia miliknya, Sintia yang melihatnya langsung menegurnya dan
menyuruhnya untuk bersalaman kepada kakak tutor. Reno pun bersalaman, tidak
berapa lama kegiatan opening class dimulai. Seperti biasanya
Sintia aktif bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kakak tutor yang
memimpin acara tersebut. Akhirnya opening
class selesai dan semua siswa pun istirahat.
Saat
sedang istirahat Reno dan Beni terlibat perselisihan, keduanya saling menyalahkan,
dengan kebetulan Sintia sedang berjalan dan bersenandung lagu Frozen menuju kantin sekolah.
Sintia : (menghentikan senandungnya dan mundur ke belakang) “Reno………….kak Beni…… kenapa
kalian kok berantem sih? Kan kata kakak tutor gak boleh kalau berkelahi! Coba sekarang kalian
baikkan!”
Beni :
(marah-marah) “Ini reno pelit gak boleh pinjam mainannya.”
Reno :
(menangis)
Sintia
menyuruh Lia untuk memanggil kak Dewi. Kak Dewi datang lalu Sintia menjelaskan
semuanya lalu kak Dewi pun meminta mereka untuk berbaikan. Mereka pun saling memaafkan.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Mereka pun semua masuk kelas
masing-masing.
BABAK KELIMA
Saat
di kelas Reno tidak membawa alat tulis, taka da satu teman pun yang mau
meminjamkannya.
Kak Dewi : (menghampiri bangku Reno) “Reno kenapa kamu tidak
membawa alat tulis, nak? Reno kak Dewi tanya kenapa kamu tidak membawa alat
tulis?”
Reno : (mata berkaca-kaca) “Aku
lupa kak Dewi.”
Tini : (berkomentar) “lupa
apa emang tidak mau belajar?”
Kak Dewi : (memegang pundak Tini) “Tini sudah, mungkin Reno
benar-benar lupa, sekarang kakak mau kalian bisa saling menyayangi dan membantu
teman kalian yang mengalami kesulitan, ya!”
Semua Siswa : (menjawab) “Iya, bu”
Proses
pembelajaran di kelas pun berjalan lancar, semua murid mendengarkan penjelasan
dari kakak tutor, menjawab pertanyaan yang diberikan oleh kakak tutor,
mengangkat tangan saat ingin bertanya, dan izin saat akan keluar buang sampah
atau ke toilet. Selain itu, Reno pun bisa mengikuti pembelajaran karena
dipinjamkan alat tulis oleh Sintia. Sinar mentari amat terik dan jarum jam
sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Mereka pun pulang dengan diiringi berdoa
bersama dan ucapan sapaan penutup pada kakak tutor sebagai awal perjalanan
pulang sekolah mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar