Minggu, 07 Februari 2021

Bahagia Menurut Islam


             Kebahagiaan adalah rasa yang ingin dimiliki oleh setiap manusia. Banyak persepsi terkait kebahagiaan. Beberapa berorientasi pada duniawi, beberapa lagi berorientasi pada akhirat, tak sedikit nihil orientasi. Berikut arti kebahagiaan menurut KBBI kata bahagia diartikan dengan keadaan atau perasaan senang tentram (bebas dari segala macam yang menyusahkan, sehingga kata kebahagiaan yang mendapat awalan ke dan akhiran an diartikan dengan kesenangan dan ketentraman hidup (lahir bathin), keberuntungan, kemujuran yang bersifat lahir batin. Rasa bahagia setiap orang berbeda takarannya. Kebanyakan dari kita melihat bahagia itu dari kekayaan, kecantikan, karier cemerlang, dan lain-lain. Namun, tak selamanya hal tersebut membuat kita bahagia. Berikut cerita para pesohor yang berakhir tragis.

1.   1.   Adolf Merckle pernah menjadi orang terkaya di Jerman, tetapi Adolf bunuh diri dengan menabrakkan badannya ke kereta api.

2.   2. Mantan presiden Brazil Getulio Vargas bunuh diri dengan menembak jantungnya sendiri.

3.   3. Artis cantik fenomenal asal Amerika, Marilyn Monroe bunuh diri dengan cara meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

         Ketiga orang di atas merupakan contoh dari banyaknya orang yang melakukan bunuh diri karena alasan yang sama. Dari kisah mereka kita bisa mengerti dan lebih tahu kehidupan yang terlihat membahagiakan ternyata belum tentu mengenakkan. Hidup tak selalu berjalan mulus sesuai dengan kehendak kita. Terkadang kita harus melewati masa-masa sulit yang membuat kita kesal atau sedih. Islam mengajarkan kita untuk memiliki harapan dalam hidup. Hidup di dunia merupakan perjalanan bagi Muslim menuju jannah, tempat yang akhirnya kita akan bahagia. Namun, bukan berarti kita tidak bisa bahagia dalam menjalani kehidupan di dunia. Kebahagiaan adalah perasaan puas dalam situasi tertentu, bahkan yang buruk. Ada berkah dan alasan untuk semua situasi.

Al-Habib Geys bin Abdurrahman Assegaf menyampaikan definisi bahagia menurut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) saat mengisi kajian di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.

 "Bahagia itu bukan seberapa harta yang dimiliki, tetapi bagaimana cara kita bersyukur kepada Allaah Ta'ala atas pemberian nikmat-Nya," kata Habib Geys.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

 

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

 

"Kaya (ghina') bukanlah diukur dengan banyaknya harta atau kemewahan dunia. Namun kekayaan adalah hati yang selalu merasa cukup." (HR. Bukhari dan Muslim)

Habib Geys juga menyebutkan ciri-ciri orang yang Bahagia:

1. Cinta kepada orang-orang saleh.

2. Senang Mengingat Allah Ta'ala.

3. Zuhud terhadap dunia.

4. Ikhlas dan ridha.

5. Suka mengerjakan qiyamullail.

Kisah Lukman dalam mendidik anaknya bisa dijadikan sebagai pelajaran berharga. Berikut kisahnya diabadikan oleh Al-Qur'an.

 

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17) وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19)

 

"Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena Sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhan alah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." (QS Luqman: 17-19)

Dengan demikian, kebahagiaan bukan berasal dari perspektif orang lain, tetapi bagaimana kita menata hati dan jiwa agar senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah Ta'ala. Menjalankan perintahNya dan menjauhi segala Larangan-Nya serta tidak pernah berpaling dari Allah SWT dalam kondisi apapun.

Wallahu A'lam Bish-Showab

Sumber:

Al-Quran Surah Luqman: 17-19

https://kalam.sindonews.com/berita/1522303/69/defenisi-bahagia-menurut-rasulullah-saw?showpage=all

https://www.idntimes.com/life/inspiration/rinrin/belajar-dari-kisah-tragis-5-tokoh-dunia-c1c2/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perempuan Madrasah Utama Anak Bangsa

  "Pendidikan adalah hal dasar untuk mengokohkan generasi penerus bangsa. Tanpa pendidikan negeri ini akan runtuh. Pendidikan bukan sek...