Keindahan
muslimah yang tidak dijaga akan menggoda kaum adam untuk mendekat dan ingin
menikmati keindahan itu. Mereka membuat perangkap yang mengatasnamakan cinta,
sehingga banyak muslimah yang berguguran akibat terjebak perangkap bernama
‘cinta’. Menyerahkan semuanya untuk cinta. Bahkan, karena cinta beberapa
muslimah dapat mengakhiri hidupnya tanpa berpikir panjang. Tahukah muslimah apa
yang dilakukan itu bukanlah cinta, tetapi itu semua adalah cinta yang salah.
Sesungguhnya cinta yang benar itu dapat menjaga kesucian, menenangkan hati yang
gelisah, memberikan semangat meraih cita, dan berbahagia dalam kehalalan.
Cinta adalah anugerah dari Allah dan tidak ada satu orangpun yang dapat menghindar dari cinta. Namun, muslimah harus bisa membedakan cinta yang benar dan cinta yang salah. Cinta yang salah adalah cinta yang tidak bertanggung jawab dan hanya ingin memilikinya karena kecantikan, keseksian, dan mengikuti nafsu belaka. Lalu, bagaimana seorang muslimah dapat merdeka dari cinta yang salah? Perlu kita ketahui merdeka artinya tidak terkena atau lepas dari tuntutan. Berikut lima cara merdeka dari cinta yang salah, yaitu:
1. Menanamkan Kesadaran Cinta Tertinggi untuk Allah SWT
Seluruh alam semesta ini adalah milik Allah, tak terkecuali
manusia. Oleh sebab itu, kita tidak boleh mencintai lawan jenis secara
berlebihan. Cinta yang bukan karena Allah akan membawa penderitaan dan kerugian
bagi pecintanya. Allah memberikan pada kita kisah Qais seorang pemuda yang
jatuh cinta pada Laila secara berlebihan. Bukan kebahagiaan yang didapat,
tetapi penderitaan dan kedukaan yang mendalam hingga Qais pun dijuluki Laila
Majnun. Dengan menanamkan kesadaran cinta yang tertinggi hanya untuk Allah,
maka kita tidak akan terjerumus dari cinta yang salah. Semua ini sudah tertuang
pada ayat berikut ini,
“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud
(malakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan
pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya.
Demikianlah, agar kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian.
Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba kami yang terpilih.” (QS.
Yusuf :24)
Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak boleh
diperlihatkan oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain. Menutup aurat wajib
hukumnya. Oleh sebab itu, muslimah yang sudah baligh wajib menutup auratnya.
Dengan menutup aurat seoarang muslimah akan terhindar dari niat buruk kaum adam
yang belum menjadi muhrimnya. Perintah menutup aurat ini pun tertera pada
firmanNya berikut ini,
Setiap muslimah pasti ingin bersanding di pelaminan bersama orang yang dicintai. Namun, terkadang tidak semuanya sesuai dengan yang diinginkan. Percayalah, Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan dan bukan yang kita inginkan. Jika kita baik, maka akan dipertemukan dengan yang baik. Oleh karena itu, muslimah yang ingin mendapatkan pasangan yang baik harus memperbaiki diri menjadi yang lebih baik lagi. Dengan memperbaiki diri ini, maka orang-orang yang berniat buruk pun tidak akan mendekati kita. Mereka akan segan, meskipun hanya sekedar menyapa saja. Sambil menunggu jodoh yang belum datang sudah sebaiknya kita memperbaiki diri ini agar kelak yang datang adalah jodoh terbaik pilihanNya. Muslimah harus percaya kepada janji Allah yang tidak akan pernah mengecewakan hambaNya, berikut firman Allah SWT:
“Wanita-wanita yang tidak
baik untuk laki-laki yang tidak baik dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk
wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki
yang baik untuk wanita yang baik.”
(QS. An-Nur:26)
Muslimah
di seluruh muka bumi ini pasti ingin dipertemukan dengan cinta yang benar
(jodoh yang baik) dan tidak ingin terjerumus pada cinta yang salah. Namun,
banyak sekali yang tergiur dengan indahnya cinta yang salah. Cinta yang salah
terlihat begitu indah dan menyenangkan, tetapi semua itu hanya sesaat atau di
awal saja. Di akhirnya mereka akan kecewa dan terluka. Begitu sakitnya bisa
membuat mereka depresi dan ingin bunuh diri. Muslimah yang belum menemukan
cinta yang benar (jodoh pemberian Allah) bersabarlah dan berdoalah kepadaNya.
Saat muslimah jatuh cinta pada seorang adam yang baik amalnya, tetapi tidak
tahu dia menyukai muslimah atau tidak, perbanyaklah berdoa. Meskipun, rasa
cinta di hati begitu bergejolak, muslimah harus sabar dan berikhtiar sesuai
syariatNya serta iringi dengan doa. Doa adalah senjata kaum muslimin yang
paling ampuh. Seperti kisah Fatimah dengan Ali. Keduanya saling jatuh hati,
tetapi tidak bisa mengutarakannya. Namun, keduanya tidak pernah berhenti
berdoa, hingga suatu hari doa itu terkabul dan keduanya pun bersanding di
pelaminan. Dengan demikian, muslimah jangan terburu-buru untuk menemukan cinta
yang benar. Di waktu yang tepat, muslimah pasti akan dipertemukan. Perbanyaklah
berdoa, agar semua hajat dikabulkan oleh Allah SWT dan terhindar dari jalan yang
salah.
Menunggu
adalah sesuatu hal yang membosankan. Namun, jika menunggu diisi dengan kegiatan
yang bermanfaat, maka akan terasa begitu menyenangkan. Di bumi ini tidak
selamanya kita memikirkan cinta. Banyak hal lain yang harus dipikirkan dan
dilakukan dalam hidup ini. Salah satunya adalah berkarya. Setiap muslimah pasti
mempunyai cita-cita. Sambil menunggu cinta yang benar, muslimah dapat berfokus
untuk meraih cita-cita dengan cara berkarya. Ingatlah muslimah semua yang
terjadi di dunia ini adalah kehendak dari Allah SWT. Tetap berkarya sambil
berikhtiar mencari cinta yang benar.
Kelima cara di atas adalah langkah
kita merdeka dari cinta yang salah. Mari muslimah terapkan dalam kehidupan
sehari-hari agar dipertemukan dengan cinta yang benar. Tanpa harus bertemu
cinta yang salah. Semua yang terjadi di muka bumi ini atas izin dari Allah,
tetapi kita harus terus berikhtiar dan berdoa agar mendapatkan cinta yang
benar. Semoga Allah memudahkan langkah ini dan dijaga dari segala hal yang
dilarang olehNya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar