Sabtu, 23 Januari 2021

'Merdeka Belajar’ Melalui Topi Benda Langit WAG




 

Dunia sedang berduka akibat pandemi corona, termasuk negara Indonesia. Penularan yang begitu cepat membuat pemerintah mengeluarkan aturan physical distancing. Physical distancing adalah pembatasan fisik. Hal ini berdampak pada semua sektor, termasuk belajar dan mengajar harus dari rumah. Proses kegiatan belajar mengajar dapat merujuk pada surat edaran Mendikbud nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan COVID-19 pada satuan pendidikan dan nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran virus disease.

Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring tentunya memiliki tantangan tersendiri, karena guru, murid, maupun orang tua murid harus beradaptasi dengan sistem ini. Peran teknologi dapat membantu proses pembelajaran, karena perkembangan teknologi telah memberi pengaruh terhadap dunia pendidikan. Media-media pembelajaran daring tersebut, di antaranya, zoom, ruang guru, google classroom, skype, dan lain-lain. Dengan menggunakan media ini kita semua dapat melakukan pembelajaran dari rumah masing-masing tanpa harus bertatap muka seperti biasanya.

Kemudahan dan kecanggihan teknologi saat ini tidak bisa dirasakan oleh setiap orang, karena seseorang mempunyai kemampuannya masing-masing. Masih banyak orang tua yang kurang paham menggunakan media pembelajaran daring atau biasa kita kenal dengan sebutan  ‘gaptek’ (gagap teknologi). Sedangkan, pada saat kegiatan belajar mengajar khususnya siswa SD harus ada pendampingan dari orang tua. Permasalahan selanjutnya adalah guru diminta untuk bisa kreatif dan inovatif agar pembelajaran online ini dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Hal ini sesuai dengan istilah yang sedang booming belakangan ini, yaitu ‘Merdeka Belajar’. Istilah tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Menurut Mas Menteri ada dua poin terpenting dalam pendidikan, yaitu merdeka belajar dan guru penggerak. Merdeka belajar artinya guru dan murid memiliki kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif. Program yang diciptakan Mas Menteri ini semata-mata ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia.

Sebagai seorang pengajar murid SD kelas 1 dan melihat fakta-fakta yang telah dijabarkan di atas, maka penulis memilih strategi pembelajaran, ‘Merdeka Belajar Melalui Topi Benda Langit WAG. Penulis memilih media pembelajaran WAG, dikarenakan semua orang sudah menggunakan whatsapp dan dianggap lebih mudah penggunaannya. Adapun proses pembelajarannya sebagai berikut ini:

1.   Guru mengundang semua kontak orang tua dalam satu group yang diberi nama KBM Online Komunitas Ceria Kelas 1.

2.  Sehari sebelum pembelajaran, guru menginfokan perlengkapan yang dibutuhkan dalam belajar besoknya. Biasanya, guru memilih alat dan bahan yang mudah ditemukan tanpa harus murid keluar rumah.

3.   Pembelajaran dimulai. Guru menyapa dan mengabsen siswa dengan mengirimkan foto kesiapan belajar. Periksa kuku, gigi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, pembelajaran dibukan dengan berdoa dan doa dipimpin oleh perwakilan murid.

4. Guru mulai menjelaskan materi yang akan dibahas, tujuan pembelajaran, dan peraturan kelas. Guru mengirimkan materi dengan cara mengirimkan link video pembelajaran dan semua murid mendengarkan secara saksama selamat 10 menit. Pemberian waktu dan divideokan agar murid disiplin dengan waktu. Setelah selesai, guru mengulang penjelasan materi dan melakukan tanya jawab melalui voice note.

5.    Guru memberikan tugas dengan mengirimkan cara pembuatan topi benda langit dan menjelaskan tentang topi yang dibuat oleh siswa melalui video. Tugas yang dikirimkan melalui video ini, diharapkan murid tetap menanamkan tujuh nilai sikap saat di sekolah meskipun belajar di rumah.

6.     Siswa mulai membuat topi benda langit dan video penjelasan topi benda langit yang dibuat. Video tersebut dikirimkan ke group whatsapp. Setelah selesai, guru memberikan apresiasi dengan cara memberikan pendapat dan penilaian pada hasil karya murid. pembelajaran selesai, guru menyimpulkan materi hari ini dan memberikan waktu kepada murid untuk memimpin doa penutup. Berdoa selesai guru mengirimkan ucapan terima kasih kepada orang tua dan murid. Terakhir, guru mengirimkan form evaluasi.

Proses pembelajaran tersebut disesuaikan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Mata pelajarannya adalah IPA dan materi yang diajarkan tentang benda langit. Agar pembelajaran menarik dan anak merasa senang karena dikemas seperti bermain. Dimana setiap anak membuat topi benda langit sendiri dengan kreasi mereka masing-masing. Lalu, murid menjelaskan topi benda langit seperti ia bercerita tentang mainannya. Hal ini diharapkan agar siswa merasa tidak terbebani dan tertekan dengan tugas yang monoton, seperti megerjakan soal saja. Namun, divariasikan dengan membuat karya dan bercerita melalui video yang dikirimkan ke WAG. Pembelajaran yang menyenangkan akan memotivasi murid untuk betah dan berkonsentrasi dalam menerima materi yang diberikan oleh guru. Dengan suasana belajar yang bahagia, murid akan menganggap seperti bermain meskipun mereka sebenarnya sedang belajar dan akan membuat murid ingin terus belajar seperti mereka yang selalu senang saat bermain. Proses pembelajaran yang menyenangkan seperti bermain tersebut sesuai dengan pernyataan Kak Seto, yaitu “Dunia anak adalah bermain. Didiklah anak dengan cara bermain.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perempuan Madrasah Utama Anak Bangsa

  "Pendidikan adalah hal dasar untuk mengokohkan generasi penerus bangsa. Tanpa pendidikan negeri ini akan runtuh. Pendidikan bukan sek...